gambar pihak ketiga
Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang jika diartikan secara harafiah bermakna 15 hari atau malam setelah Tahun Baru Imlek.
Cap go meh, merupakan perayaan budaya yang rutin di lakukan setiap tahunnya sebagai tanda berakhirnya musim imlek suku tionghua ( Cina )
Perayaan budaya ini terbilang cukup ekstrim, karena cap go meh adalah perayaan yang melibatkan para tatung atau dalam bahasa lokal sinsang yang di arak keliling kota dengan kondisi kesurupan.
Penampakan yang terlihat di setiap sudut kota penuh sesak oleh para tatung yang menggesek tubuh dengan benda tajam, jingkrak - jingkrak di atas benda yang di susun benda tajam, hingga menghisap darah hewan seperti ayam, anjing dan lain2 untuk menghadirkan nuasa menakutkan.
Tatung dapat juga di pahami sebagai seorang mediator untuk menadah makhluk astral. Dengan kondisi kesurupan mereka di pertontonkan untuk membuat pertunjukan ekstrim sebagai ciri khas cap go meh.
gambar pihak ketiga
Perayaan ini dilakukan untuk memberi penghormatan terhadap Dewa Thai Yi, dewa tertinggi di langit pada zaman Dinasti Han (206 SM- 221 M).
Tidak hanya dapat menyaksikan para sinsang/tatung menarikan tarian ritual, penonton juga di sajikan tarian naga, dan barongsai yang mengiringi festival budaya ini.
Banyak kalanganan menganggap acara ini adalah ritual keagamaan, namun tidak sedikit pula yang mengatakan perayaan ini merupakan kegiatan kebudayaan. ( singbebas/arie )
Bagaimana menurutmu ?






KOMEN KALLUU.. :)