Harga karet yang secara konsisten mengalami
penurunan membuat keresahan pada petani karet. Apalagi saat ini Pohon karet
tiba pada musim rendah produksi, yang menyebabkan hasil karet menurut drastis,
akibatnya tingkat ekonomi masyarakat yang bermatapencaharian kebun karet ikut
menurut. ( 05/04/2018 )
Menurut pengakuan Hamdani dikutip dari CSMtv Sambas,
penghasilannya dari berkebun karet tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seharii
– hari, itu akibat daun karet yang mengalami musim gugur membuat hasil sadapan
karet menurun.
Ia berharap harga karet segera mengalami kenaikan
demi menyesuaikan dengan harga bahan pokok yang semakin hari semakin meningkat.
Hamdani pula menegaskan pemerintah dan instansi
terkait dapat segera mengambil tindakan terhadap rendahnya harga jual karet
demi meningkatkan perekonomian masyarakat dapat meningkat.
“Untuk saat ini sangat sulit tentunya, memang tidak
cukup untuk mencari makan sehari – hari. Kadang – kadang dalam 1 Minggu diguyur
hujan selama 4 hari, jadi otamatis penangkalan hanya dapat dilakukan selama 3
hari. Dan hargapun berkisar hanya Rp 5.000. Akhir2 ini memang musim daun getah
berguguran dan mengurangi penghasilan yang awalnya 6 kilo karet, menjadi hanya
5 kg. Saya berharap semoga harga karet segera naik, jika terus begini, maka kami
sangat merasakan kesulitan,” Ucap Hamdani dikutip dari CSMtv Sambas.
“ harapannya pemerintah dapat segera memperhatikan
nasib para petani karet,” tutupnya.





KOMEN KALLUU.. :)