![]() |
| Foto : Antaranews.com |
Isu mengenai Pengkudetaan pemerintahan Bupati di Sambas
yang di utarakan oleh Bem Poltesa menuai kontroversi dari berbagai
kalangan masyarakat.
Dikutip dari Pontianak.Tribunnews.com "Dinas
Pertanian yang mewakili studi banding ke Jepang saya pikir sudah cukup, dan
jelas ikutnya juga Bupati ke Jepang, terlalu memangkas habis dana APBD yang
mana seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur di daerah,"
Ucap Pahmi. Pontianak.Tribunnews.com
"Inilah nampak ketidakseriusan Pemerintah dalam
mengurusi daerah, lihat sekarang Sambas sekarang mengalami Vacum Of Power,
Bupati Sambas ke jepang dan Wakil Bupati Sambas pergi ibadah umrah ke
Mekkah," Keluhnya Pontianak.Tribunnews.com
"Dari pada terjadi kekosongan kekuasaan seperti
sekarang ini, lebih baik kami dari BEM Poltesa siap mengurusi Sambas untuk
percepatan pembangunan, agar segera tercapainya kesejahteraan masyarakat
Kabupaten Sambas," sambungnya. Pontianak.Tribunnews.com
Ucapan Pahmi tersebut tak serta merta
mendapat dukungan dari masyarakat Sambas, namun mengundang kontroversi hingga
beberapa pihak mengaggap hal ini merupakan sebuah penyebaran isu kecil yang
dilempar kepublik untuk menakut – nakuti Bupati dan pendukungnya.
Menurut “Mely Duansyahputra” ujaran yang dilontarkan
oleh Pahmi merupakan isu kecil demi melihat respon masyarkat, untuk membuat isu
yang lebih besar kedepannya.
“ Semoga dalam waktu dekat orang itu akan keluar.
Issu ini hanya sepotong issu kecil yang dilempar ke publik untuk melihat respon
masyarakat demi penyebaran issu yang lebih besar. Issu ini hanya untuk menakut –
nakuti Bupati dan Pendukungnya, dan semoga Bupati tidak takut,” Ucap Mely
Duansyahputra.





KOMEN KALLUU.. :)