" TAFSIR KATA BAJINGAN "
Oke coba kita tafsir sebuah kata "Bajingan"
Apakah arti dari kata bajingan ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, " Bajingan" adalah Penjahat, pencopet, kurang ajar. Dalam tafsiran secara umum maka "bajingan" adalah seseorang yang merugikan orang lain baik dari aspek sikap, prilaku, perbuatan, dan perkataan.
Contoh Kasus 1 : Stimulusnya pemuda A memukul pemuda B akibat fitnah yang di ucapkan pemuda B.
Persepsi hukum : Pemuda A telah salah karena memukul pemuda B.
Persepsi indikator : Pemuda B salah karena telah memfitnah pemuda A.
Jika di kaitkan dengan kata bajingan, siapakah pemuda yang pantas mendapat gelar bajingan ?
Coba kita tarik orang ketiga sebagai pengadil, anggaplah ia seorang polisi :
1. Pemuda A melaporkan pemuda be atas pencemaran nama baik ( Karena telah memfitnah )
2. Pemuda B melaporkan pemuda A atas kasus pemukulan.
dua laporan ini mendapat respon hukum yang sama, 1, pencemaran nama baik, 2 pemukulan.
lalu pertanyaannya siapakah bajingan sesungguhnya ? jawabannya adalah "BINGUNG".
Oke mari kita lanjut berbicara mengenai "Bajingan". Berpatokan pada kamus besar bahasa indonesia maka secara tekstual sifat bajingan adalah sebuah prilaku yang merugikan orang lain secara masif.
Contoh 2 : Stimulusnya Perempuan A merayu laki - laki B untuk meminta duit demi kemewahan, gengsi, dan ikut mode. padahal secara jelas laki - laki B telah mempunyai seorang istri.
Persepsi Hukum : Perempuan A salah karena telah merayu laki - laki yang telah beristri.
Persepsi indikator : Laki - laki B yang salah karena sudah punya istri masih jjelalata, alias gatal.
Jika di korelasikan dengan kata bajingan, antara perempuan A dan laki - laki B siapakah yang pantas di sebut bajingan ? jawabannya kembali "BINGUNG"
Nah jika kita sepakat itu membingungkan maka satu - satunya pengadil yang seadil - adilnya adalah hukum Tuhan.
Al-Qur’an Surat Al-Maa’idah ayat 8:
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Saranku tetaplah berfikir bijak saat melihat sesuatu, jangan asal ceplas - ceplos menyalahkan tanpa tau jalan flot cerita sebenarnya, dan jangan menghakimi melebihi kuasa tuhan atas mahluknya.
Hanya mengingatkan, karena penglihatan, pendengaran, dan penciuman tidak dapat menjadi patokan untuk mengukur benar dan salah.
Jujur saja aku bukan seorang yang alim, tapi aku mencoba memahami arti alim yang sebenarnya agar terjauh dari kata Munafik.
" Yang paling aku takutkan atas umat ini adalah munculnya orang munafik yang berilmu," Umur Bin Khattab
Kita dapat berpenampilan cantik, alim, pula sesuai dengan yang telah di ajarkan panutan terdahulu namun ingat, hal yang paling fundamental adalah Hati
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin radhiyallahu ‘anhu, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” (Diriwalatkan Muslim)
"Jadi tahanlah mulutmu, seperti engkau menahan rasa keluh yang akan keluar dari lidahmu ketika berusaha," Arie Donaty
Kembali ke konsepsi " Bajingan ", dengan demikian, secara haq bahkan filsuf sekelas plato sekalipun akan bingung melihat realita kejadian yang dapat menancapkan gelar " Bajingan" pada seseorang.
Pertanyaannya, mengapa orang itu begitu mudah mengucapkan kata bajingan?
Jawabannya : Orang tersebut mungkin lupa masa lalunya !
" Arie Donaty "




KOMEN KALLUU.. :)