iklan 3

Mengharukan : Romantisme Bujang Nadi Dare Nandung

#AYO..BANTU SHARE ARTKEL KAMI !!


Tan Unggal, salah satu raja yang pernah memimpin kerajaan Sambas. Tan unggal terkenal dengan kebijakan yang sangat keras, lagi kejam, ya seperti itulah Raja Tan Unggal di kenal. Tan Unggal mempunyai sepasang anak yang bernama Bujang Nadi, dan Dare Nandung.
Dare Nandung merupakan seorang wanita yang sangat baik, tidak hanya berhati mulia, Dare Nandung juga di anugerahi wajah yang sangat cantik Dan Bujang Nadi seorang pria yang baik, gagah lagi tampan begitulah orang - orang menilaiku.

Siang itu sangat indah, matahari bersinar dengan hangat, serta kicauan burung sembari menyanyikan melodi - melodi indah melambangkan kemakmuran negeri ini. Aku dan adikku Dare Nandung berjalan di antara kesibukan desa, melihat para petani dengan semangat menanam padi, serta pedagang - pedagang yang menjual barangnya.

Tibalah kami disebuah peranginan di tengah sawah, sejenak aku dan adikku duduk untuk menikmati hembusan angin, dan menatap hamparan langit yang membiru. " Abangku Nadi, Engakau seorang pria yang sangat baik, tampan nan lemah lembut, mengapa sampai saat ini tiada satupun calon istri yang engkau perkenalkan padaku ? Tanya Dare. " Aku menatap adikku sembari tersenyum kepadanya.

"Adinda Dare, Kadang aku memang terpikir unntuk mencari pasangan hidupku, tetapi sangat sulit mencari seseorang yang benar - benar pas di hatiku. Untuk semenatara ini, tiada wanita yang menguasai hatiku, hingga aku berfikir untuk menjagamu duhai adikku yang cantik". Jawabku sambil mengusap kepala adikku.

 Bebepa menit menikmatik kesejukan dan keindahan desa, aku dan adikku lalu bergegas untuk pulang ke kerajaan. Aku dan Dare adikku melintasi persawahan dan pasar yang sibuk di hari itu, saat aku berada ditengah keramaian pasar, tiba - tiba seorang nenek tua memegang tanganku sambil menangis meratap dengan sedihnya.

"Nenek, apakah gerangan hingga engkau menangis saat memegang tangaku, maafkan aku duhai nenek, jika aku telah menggangumu" Ucapku dengan lembut. Mendengar ucapaku nenek itu malah tambah merintih saat melihatku dan Dare. " Nek, apakah keluarga nenek perlu bantuan ? Jika iya, ayo pergi kerumah nenek dan kami siap untuk membantu" Tutur Dare. Nenek tua itu hanya menangis dan menangis, lalu nenek itu memeluk kami berdua dan berbisik. 

" Duhai Dare dan Nadi, Kuharap kalian berdua akan ikhlas dengan takdir kalian di kemudian hari, tangan - tangan kesombongan akan merampas kebaiikan serta keindahan kalian dari bumi ini. Kami sangat mencintai kalian karena kebaikan hati serta ketulusan Suatu saat kami akan merindukannya " Ucap sang nenek sambil menangis lalu pergi dari hadapan kami.

Saat malam menjelang, ucapan yang keluar dari lidah tua sang nenek membuat aku gelisan. Beberapa hari aku mencoba menterjemahkan maksud yang ingin di sampaikan nenek tua , namun seiring berjalannya waktu, Aku melupakan kejadian tersebut. Aku berfikir mungkin nenek yang menyapaku beberapa hari yang lalu hanya depresi akibat kehilangan seorang anak atau cucu.

Sebulan setelah kejadian tersebut, di pagi hari kala mentari menghangatkan seluruh bumi, dikala dedaunan berseri tertetes embun suci. Aku duduk di sebuah pendopo kerajaan bersama adikku Dare. " Abangku, masihkah engkau memikirikan pembicaraan nenek tua renta yang menyapa kita sebulan lalu?" Tanya Dare.

"Tidak duhai adinda, Aku telah melupakan hal tersebut, kareana ak berfikir nenek tua itu hanya depresi" Jawabku sambil tersenyum melihat wajah adikku yang sangat kucintai. " Abangku yang selalu menjagaku, Bagaimana tentang hal yang kutanyakan di waktu yang lalu tentang pasanganmu ?" Tanya adikku seraya tak sabar untuk mendapatkan seorang kakak ipar..

" Adikku, lihat wajahmu, Tidak ada satupun perempuan di desa ini yang menyaingi keindahanmu, engkau bagaikan sebuah hamparan bunga melati di sebuah ladang kehidupan, kebaikan hatimu dapat memadamkan api yang berkobar dan keindahan wajahmu bersinar bagai sebuah bulan di hamparan langit penuh bintang".
" Aku tidak akan menikah duhai adikku, jika aku tidak bertemu dengan wanita seperti dirimu" Ucapku sambil menatap mata adikku.

" Abangku yang tampan, Begitu pula diriku duhai abangku, aku tidak akan menikah jikalau aku tidak menemukan seorang lelaki sepertimu, kesetianmu melindungiku membuat aku bebas dari terkaman harimau - harimau, kebaikan dirimu membuat aku aman dari penjahat -penjahat" Tutur Dare.

Pembicaraan tersebut didengar oleh pengawal kerajaan, dan melaporkan kepada Raja Tan Unggal .
" Ampun rajaku, Tadi hamba mendengar kedua anak tuan akan melangsungkan pernikahan ! ucap sang pengawal tersebut. 
Raja Tan Unggal sontak marah , dan mengutus penjaga untuk menjemput Aku dan Dare adikku.
" Apa yang kalian rencanakan Anak durhaka, apakah kalian ingin menikah dan membuat aku malu ? ucap Tan Unggal dengan sangat kasar. " Ayah, Tiada maksud bagi kami berfikir seperti itu, Engaku hanya mendengar pembicaraan yang kurang lengkap dari sang pengawal" Ucapku!

" Ayah ku, engkau telah salah sangka duhai ayahku, kami mungkin melakukan pernikahan tersebut, jika pembicaraan kami membuat ayah malu, ampunilah kami dan hukumlah kami sesuai dengan kesalahan kami" Ucap Dare.

" Kalian membuat aib untukku, kalian telah meneteskan minyak di antara bara api yang menyala. Kalian akan mendapat hukuman yang setimpal dariku" ucap tan unggal

Aku dan adikku menangis memohon ampun kepada raja sekaligus ayahku sendiri, namun tangisan yang keluar dari kedua mata dan hati yang bergetar sama sekali tidak membuat ayah mengubah keputusannya untuk menghukum kami." Pengawal, Ikat mereka, kurung mereka di kamar dan siapkan peti besi untuk mereka" Perintah tan unggal.

Hari ini aku dan adikku Dare di masukkan ke sebuah peti besi berukuran 4 x 4 meter lengkap dengan semua perbekalan, aku dan dare hanya pasrah dengan apa yang di lakukan. Dare adikku tidak henti - hentinya menangis di pangkuanku," Adikku sayang, Ikhlaskan semua ini, biarkan takdir menyapa kita dengan kepedihan serta kemurkaannya " ucapku.

Kami di seret untuk di bawa ke sebuah tempat. aku tidak pernah tau apa yang akan ayah lakukan kepada kami. Sungguh mengejutkan Ayah menanam kami dalam keadaan hidup di sebuah peti besi dan aku serta adikku hanya dapat pasrah dengan perlakuan yang tidak manusiawi tersebut.

Semoga cerita ini dapat mengingatkan anda kepada cerita budaya yang telah usang, selamat menikmati.

KOMEN KALLUU.. :)

Nama

AGAMA,37,CERPEN,36,LIFESTYLE,49,OPINI,72,PERISTIWA,87,SAINS,12,SAMBAS,161,UNIK,21,WISATA,13,
ltr
item
SINGBEBAS.COM: Mengharukan : Romantisme Bujang Nadi Dare Nandung
Mengharukan : Romantisme Bujang Nadi Dare Nandung
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi59o5_oZxgbZdVMl1kI6KniCVjm-qpHnJul-tG1TZETlXO4DJ9g3XXViFJio7A386PSGJ3JLUF2AYGYxt7KIAbnhBq_Eh_MzP6ov4S0k_8l19VIzbWS9AYsd5zDeFDHbLrhQVKFSRMiX4/s320/unduhan.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi59o5_oZxgbZdVMl1kI6KniCVjm-qpHnJul-tG1TZETlXO4DJ9g3XXViFJio7A386PSGJ3JLUF2AYGYxt7KIAbnhBq_Eh_MzP6ov4S0k_8l19VIzbWS9AYsd5zDeFDHbLrhQVKFSRMiX4/s72-c/unduhan.jpg
SINGBEBAS.COM
https://www.singbebas.com/2018/03/mengharukan-romantisme-bujang-nadi-dare.html
https://www.singbebas.com/
https://www.singbebas.com/
https://www.singbebas.com/2018/03/mengharukan-romantisme-bujang-nadi-dare.html
true
6490193554193322427
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All Bace juak Artikel lainnye!! LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy