Debat Cagub dan Cawagub Provinsi Kalimantan Barat
yang disiarkan langsung oleh Ruai Tv Sabtu malam pukul 18.30 hingga selesai berlangsung
begitu sengit. Masing – masing pasangan
calon menyampaikan Visi dan Misi mereka demi meyakinkan masyarakat Kalbar dengan
menyampaikan program.
Dalam debat tersebut masing – masing pasangan calon
mencoba untuk memberikan pandangan logis dari setiap pertanyaan yang diajukan
oleh moderator sebagai penajaman visi dan misi dari para cagub dan cawagub.
Dimulai dari sesi pertama saat moderator memberikan
waktu selama 2 menit kepada para calon gubernur dan wakil gubernur untuk
menyampaikan visi dan misi mereka. Para
Calon dengan cakap nan elegant menyampaikan beberapa program kerja yang akan
mereka usung apabila terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan
Barat.
Disesi kedua ketika moderator melemparkan pertanyaan
kepada pasangan Karolin – Gidot, “ Sejalan dengan Visi dan Misi Karolin – Gidot
untuk mewujudkan masyarakat Kalimantan Barat yang sehat, bagaimana meningkatkan
akses pelayanan kesehatan, mengadakan fasilitas kesehatan dengan prinsip
rawatan keberlanjutan ?,” Moderator
“Tentu pemerintah Provinsi tidak dapat berdiri
sendiri karena masih sangat tergantung pada pemerintah kabupaten dan Kota,
dimana pelayanan dasar merupakan tanggung jawab dari pemerintah kabupaten kota.
Tetapi kami dapat mengoptimalkan peran kami sebagai perwakilan pemerintah
pusat, agar program – program pusat untuk bisa menurunkan angka kematian ibu
dan bayi dapat berjalan dengan baik. Salah satunya adalah bagaimana program
rumah singgah atau rumah tunggu kelahiran bagi para ibu yang ada di Kabupaten
kota dapat dimanfaatkan secara baik dan di optimalkan. Merupakan tugas seorang
Gubernur untuk memastikan program tersebut dapat berjalan dengan baik, sehingga
ibu – ibu dapat menunggu kelahiran di rumah tunggu kelahiran, kemudian
mendapatkan pelayanan persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan, sehingga
resiko – resiko kematian dapat diturunkan. Selain daripada itu, kami juga akan
terus memperbaiki pelayanan rujukan yang ada ditingkat provinsi yaitu di rumah
sakit Soedarso, bukan hanya bangunannya yang harus dibangun 12 lantai, tapi
bagaimana agar pelayanan tersebut dapat lebih berkualitas, dapat lebih cepat
dan optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terkait dengan BPJS,
Program jaminan persalinan harus terus kita tingkatkan, sehingga dengan
demikian mewujudkan masyarakat Kalimantan Barat yang sehat dan menurunkan angka
kematian ibu dan bayi harus dapat kita lakukan. Selain itu meningkatkan peran
dari pada masyrakat desa dan pemberdayaan masyarakat. Posyandu harus terus
digiatkan, bagaimana agar pemerintah desa yang sudah diberi dana desa oleh
bapak Jokowi, dapat juga berperan aktif dalam membantu kita dalam memberikan
edukasi pada masyarakat dalam upaya meningkatkan gaya hidup sehat dan upaya
untuk bisa menyiapkan seorang ibu untuk dapat melahirkan generasi yang sehat
dimasa yang akan datang. Selain dari pada itu akses, keterisolasiaan juga
menjadi salah satu penyebab mengapa angka kematian ibu menjadi tinggi,” Ucap Karolin
Dikutip dari Ruai Tv
Pertanyaan yang diajukan pada pasangan calon Midji –
Norsan, “ Berkaitan dengan Visi dan Misi anda paparkan, meningkatkan masyarakat
yang sehat, cerdas, produktif dan inovatif. Apa dan bagaimana langkah nyata
pembangunan manusia yang anda tawarkan untuk meningkatkan IPM Kalbar agar sama
dengan atau melebihi IPM Nasional,” Moderator
“ Ketika bicara tentang IPM Kalbar yang berada
diurutan 29 dengan skor nilai 65,88 berarti dalam mainset kita sudah berfikir
bahwa disitu ada masalah dalam bidang pendidikan, masalah dibidang
infrastruktur, masalah dibidang kesehatan, inilah yang harus kita selesaikan !
Kami akan menyelesaikan ini dengan program – program yang kita tawarkan. Kita harus menciptakan pendidikan yang
inovatif yaitu SMK –SMK akan diperkuat dan SMK ini nanti langsung mendapatkan
lapangan kerja yang tersedia, seperti misalnya, sekarang sektor perhotelan yang
diperlukan, maka kita harus buka SMK yang program – programnya sektor
perhotelan. Kemudian kita melihat banyaknya kendaraan roda 2 misalnya, kita
buat misalnya jurusan otomotif roda 2 dan dia akan terserap disana. Kemudian hal
lain juga kita membuat percepatan, peningkatan lamanya orang belajar, akses
belajar melalui jaringan internet dan sebagainya kita perkuat internet didaerah
tidak perlu kita buat sekolah tapi cukup di rumah – rumah saja orang bisa
sekolah disana kita kontrak guru kemudian dia akan mendapatkan materi dari –
dari internet dan dia bisa mengajarkan itu. Kemudian Infrastruktur ini perlu untuk
peningkatan perekonomian masyarakat, kita lihat infrastruktur hancur – hancuran
sehingga nilai jual, nilai perolehan petani rata – rata dibawah 100% ini
menyebabkan angka kemiskinan melompat tinggi karena petani, kemiskinan itu
kebanyakan didaerah dan daerah itu adalah petani sehingga petani itu miskin
sehingga kita harus percepat infrastruktur untuk peningkatan perekonomian
supaya angka perolehan petani itu diatas 100% sehingga angka kemiskinan
berkurang. Dan kemudian kita juga akan percepat pembangunan rumah sakit khusus
untuk BPJS tanpa Kelas,” Sutarmidji Dikutip dari Ruai Tv
Siapakah yang lebih logis ?





KOMEN KALLUU.. :)