Nokia Corporation salah satu produsen
peralatan telekomunikasi terbesar di dunia pada zamannya yang berada di
Finlandia tepatnya di kota Espoo.
"Kami tak melakukan kesalahan apa-apa, tapi bagaimana kami bisa
kalah?" Itulah kata-kata terakhir dari CEO Nokia, Stephen Elop setelah
mengumumkan perusahaan raksasa ponsel itu dibeli oleh Microsoft dengan harga US
$7,2 miliar atau sekitar Rp.79 triliun
Nokia, salah satu raja pembuat handphone sebelum ini tidak menyangka mereka akan lumpuh dalam waktu yang sangat singkat, namun apa yang menyebabkan Nokia lumpuh dengan begitu parah?
Nokia, salah satu raja pembuat handphone sebelum ini tidak menyangka mereka akan lumpuh dalam waktu yang sangat singkat, namun apa yang menyebabkan Nokia lumpuh dengan begitu parah?
Mereka memang tidak membuat
kesalahan besar. Tapi, kekeliruan mereka adalah merasa terlalu nyaman sehingga
lupa berubah seiring dengan tren masa kini. Akibatnya, perusahaan mereka
dipangkas oleh pesaing dengan begitu cepat sekali.
Ketika perusahaan produsen handset lain sedang sibuk mengeluarkan smartphone Android baru, Nokia masih nyaman dengan handphone tradisi Symbian mereka. Akhirnya, mereka tertinggal hingga berakhir jadi pecundang. Coba bayangkan apa akan terjadi jika Nokia dengan segera mengeluarkan smartphone Android ketika sistem operasi buatan Google itu booming? Tentu perusahaan mereka masih hidup hingga sekarang, mungkin makin perkasa.
Ketika perusahaan produsen handset lain sedang sibuk mengeluarkan smartphone Android baru, Nokia masih nyaman dengan handphone tradisi Symbian mereka. Akhirnya, mereka tertinggal hingga berakhir jadi pecundang. Coba bayangkan apa akan terjadi jika Nokia dengan segera mengeluarkan smartphone Android ketika sistem operasi buatan Google itu booming? Tentu perusahaan mereka masih hidup hingga sekarang, mungkin makin perkasa.
Satu pelajaran yang paling
penting dalam kisah kejatuhan Nokia ini adalah: "Jika Anda tidak berubah
seiring perkembangan waktu, Anda akan keluar dari kompetisi"
Kisah kejatuhan Nokia ini patut dijadikan pelajaran, tidak hanya untuk perusahaan-perusahaan di luar sana, bahkan untuk individu sendiri.
Tetapi berubah tidak selalu berarti meniru cara orang lain berubah. Kita mungkin dapat menciptakan cara sendiri yang sesuai situasi sekeliling, asalkan dapat beradaptasi mengikuti trend perubahan zaman.
Kisah kejatuhan Nokia ini patut dijadikan pelajaran, tidak hanya untuk perusahaan-perusahaan di luar sana, bahkan untuk individu sendiri.
Tetapi berubah tidak selalu berarti meniru cara orang lain berubah. Kita mungkin dapat menciptakan cara sendiri yang sesuai situasi sekeliling, asalkan dapat beradaptasi mengikuti trend perubahan zaman.
Sahabat..... Keuntungan,
kunggulan, kehebatan dan segala kelebihan yang kita miliki saat ini akan pudar
pada suatu saat. Jangan terlalu fokus dengan hal itu, anggap saja semua itu
hanya titipan Sang Maha Kuasa.
Inovasi tidak sama dengan invensi, kita harus mampu menerima segala kiritik dan saran jika ingin menjadi lebih baik. Perubahan tidak selalu elok dalam perjalannya. Semoga kisah Nokia ini bisa menjadi pelajaran positif bagi kita semua.
Inovasi tidak sama dengan invensi, kita harus mampu menerima segala kiritik dan saran jika ingin menjadi lebih baik. Perubahan tidak selalu elok dalam perjalannya. Semoga kisah Nokia ini bisa menjadi pelajaran positif bagi kita semua.
Sebenarnya, manfaat membaca
kisah semacam ini adalah mencegah kita melakukan kesalahan yang sama dalam
kehidupan kita sehaei-hari. Cara yang cukup mudah adalah dengan belajar dari
pengalaman orang-orang dan kisah-kisah mereka yang pernah merasakan pahitnya
kegagalan. Maka, kita akan berada selangkah lebih maju untuk mengukir suksesnya
kehidupan.





KOMEN KALLUU.. :)